Kamis, 25 Juni 2009

Manusia bukan Kera

·



by : Ustadzah Dian Mardiyanti, S.Pd


Teori Darwin mengatakan bahwa species yang ada di bumi bukan diciptakan Allah, melainkan muncul akibat proses yang dikehendaki secara penuh oleh peristiwa kebetulan, yang diungkapkan dalm bukunya The Origin of Species. Dan gagasan Darwin memberikan dukungan yang besar kepada filsafat materialisme, yang menolak keberadaan Tuhan (atheis).

Teori ini mengatakan bahwa semua species berevolusi dari satu nenek moyang yang sama, tapi bagaimana mahluk hidup menjadi ada, sama sekali tidak dibahas, dan tidak menyadari bahwa itu merupakan bantahan terbesar dari teorinya. Penguasaan pengetahuan pada masanya menganggap bahwa kehidupan ini sangat sederhana, yaitu dengan adanya teori spontanius generation, yang menyatakan bahwa kehidupan muncul secara spontan, seperti : katak dapat muncul dari Lumpur dan serangga dapat muncul dari makanan. Sejumlah percobaan dilakukan untuk membuktikan kebenaran itu yaitu dengan meletakkan segenggam gandum, dan beberapa waktu kemudian akan muncul tikus. Dan masih ada lagi percobaan, yaitu dengan meletakkan potongan daging di tempat berbeda. Yang satu ditutup dan yang satu dibiarkan terbuka. Daging yang dibiarkan terbuka akan muncul belatung, padahal belatung itu muncul karena larva kroskopik yang diletakkan pada daging oleh lalat.

Dan pada masa Darwin, kepercayaan bahwa mikroba dapat terbentuk dari benda tak hidup sangatlah umum. Tetapi setelah penerbitan The Origin of Species, ilmuwan Prancis Louis Pastor menggugurkan teori evolusinya Darwin. Setelah melewati penelitian panjang, Pastor sampai pada kesimpulan, mampukah materi melakukan pembentukan sendiri? TIDAK ! Saat ini tidak ada kondisi yang pernah diketahui yang dengannya seseorang dapat membuktikan bahwa mahluk-mahluk mikroskopik telah terbentuk di bumi tanpa induk yang menyerupai mereka.

Penghalang terbesar pada evolusi adalah struktur yang amat kompleks dari mahluk hidup. Setiap mahluk hidup di bumi tersusun atas sel-sel 1/100 mm. Sejumlah mahluk hidup ada yang hanya punya 1 sel, itupun terdiri dari susunan yang kompleks. Mereka punya susunan yang rumit agar tetap hidup dan alat pendorong kecil untuk bergerak.

Dimasa Darwin, struktur kompleks sel belum di ketahui. Dengan mikroskopik sederhana, sel menyerupai bercak-bercak kecil. Namun dengan mikroskop canggih yang ditemukan pada pertengahan abad ke 20 dapat diketahui bahwa sel begitu teratur dan kompleks. Mereka telah membuka tabir kerumitan dan keteraturan sel yang tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Sel hidup terdiri dari komponen kecil yang bekerja secara harmonis. Sekedar gambaran, di dalam sel terdapat pusat pembangkit tenaga, pabrik canggih, bank data kompleks, system penyimpanan raksasa, pusat pengolahan modern dan membran sel yang seolah dengan sadar mengatur apa saja yang keluar masuk sel, agar sel tetap hidup. Semua ini harus ada pada saat yang bersamaan, jadi mustahil system yang rumit dan kompleks ini dapat muncul dari kebetulan.

Biokimia modern juga memperlihatkan desain rumit dari molekul DNA yang tak terbayangkan sebelumnya. Struktur molekul DNA ditemukan oleh James Watson dan Prancis Crick pada tahun 1955. Penemuan menunjukkan bahwa kehidupan ternyata lebih kompleks dari yang telah dibayangkan sebelumnya. Ilmuwan Francis Crick mengakui bahwa struktur DNA serumit itu tidak mungkin muncul dengan sendirinya.

DNA adalah molekul raksasa di dalam inti sel. Segala informasi tentang sifat fisik dan fisiologi mahluk hidup tersimpan dalam helix ganda. Semua informasi mengenai tubuh kita, dari warna mata, organ dalam, bentuk dan fungsi sel kita, terprogram dalam bagian-bagian yang disebut DNA. Kode DNA tersusun atas 4 bahasa yang berbeda. Jika kita umpamakan setiap bahasa ini dengan huruf, maka DNA dapat dimisalkan dengan bank data yang tersusun atas bank data yang mempunyai alphabet beranggotakan 4 huruf. Semua informasi tentang suatu mahluk hidup tersimpan dalam bank data ini. Jika kita mencoba menuliskan semua informasi dalam DNA, maka ini akan memerlukan 1 juta halaman atau setara dengan ensiklopedia 40 kali lebih banyak dari ensiklopedia Britanica. Informasi terlengkap yang pernah dibuat manusia. Namun, informasi raksasa ini tersimpan dalam inti sel kita yang sangat kecil yaitu 1/1000 mm.. Subhanallah. Menurut perhitungan, sebuah rantai DNA yang cukup memenuhi 1 sendok teh memiliki kapasitas untuk menyimpan seluruh informasi yang terdapat pada semua buku yang pernah ditulis. JELAS! Pasti struktur yang paling menakjubkan ini tak pernah terbentuk dengan sendirinya secara kebetulan. Teori evolusi yang memandang kehidupan terjadi secara kebetulan tak mampu berkata apa-apa ketika dihadapkan pada kompleksitas DNA yang luar biasa ini.

Di abad ke 20 teori ini tidak hanya terbantahkan oleh ilmu biologi molekuler, tetapi juga oleh ilmu palaentologi. Tidak ada sisa fosil yang mendukung evolusi yang pernah ditemukan dalam penggalian yang dilakukan di seluruh penjuru dunia. Dongeng yang mengatakan bahwa mahluk hidup bersel satu yang selama berjuta tahun berevolusi menjadi ikan dan hewan invertebrate lainnya, ikan berevolusi menjadi reptil, burung dan reptil berevolusi menjadi mamalia, apalagi kera berevolusi menjadi manusia…adalah DUSTA. Semua itu adalah propaganda dari kalangan evolusionis yang tidak mengakui keberadaanNya. Propaganda yang berumur 150 tahun ini, memang telah berhasil meracuni pikiran para generasi kita. Apalagi kurikulum pendidikan yang ada juga masih KEKEH menerapkan materi tentang Manusia Purba dalam pelajaran Sejarah, padahal sudah jelas bahwa hal itu adalah sebuah kesalahan besar. Upaya darurat yang bisa kita lakukan untuk membendung doktrin ini agar tidak meluas adalah dengan meluruskan pemahaman siswa, bagaimana sih sebenarnya teori Darwin itu…Agar generasi2 kita kelak bisa lebih optimis menatap masa depan, karena nenek moyang mereka ternyata bukanlah seekor kera…

0 komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Calendar

Chat Here

Peta Kudus

Peta Kudus